BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-68 Owner CBI Group, H. Abdul Rasyid AS, Departemen Corporate Social Responsibility (CSR) PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)…
Memasuki usia 68 tahun, H Abdul Rasyid AS meminta seluruh karyawan menjaga kekompakan dan terus membesarkan CBI Group agar mampu bersaing secara global.
Memasuki usia 68 tahun, H Abdul Rasyid AS mengajak seluruh pimpinan dan karyawan menjaga kekompakan serta membesarkan CBI Group hingga mampu bersaing secara global.
Keselamatan personel harus menjadi perhatian utama sebelum menjalankan upaya perlindungan kawasan hutan. Menurutnya, kondisi medan yang berat dan berbagai potensi bahaya di lapangan menuntut setiap anggota memiliki pengetahuan dasar mengenai keselamatan kerja.
Peningkatan kapasitas masyarakat merupakan bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan. Menurutnya, keberhasilan menjaga kawasan hutan tidak hanya bergantung pada kondisi kawasan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang terlibat langsung di lapangan.
Pendamping Program Remediation and Compensation Procedure atau RaCP PT Sawit Multi Utama atau SMU dan PT Tanjung Sawit Abadi atau TSA, Amrullah, mengatakan seluruh materi pelatihan dirancang setelah dilakukan identifikasi terhadap berbagai potensi bahaya yang kerap ditemui anggota LPHD selama melakukan patroli hutan.
Perwakilan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Angga Sanggraha, mengatakan keterlibatan pekebun swadaya dan masyarakat dalam berbagai program keberlanjutan menjadi bukti bahwa implementasi ESG dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak.
Melalui kerja sama tersebut, masyarakat memperoleh sumber pendapatan baru yang berkelanjutan. Rata-rata pendapatan setiap kelompok meningkat dari sekitar Rp400 ribu menjadi Rp18 juta per tahun sejak bermitra dengan SSMS.
Perwakilan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Angga Sanggraha, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kepada pekebun agar memahami implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG secara menyeluruh.
Perwakilan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Angga Sanggraha, mengatakan para pekebun yang telah mengantongi sertifikat RSPO secara konsisten menyisihkan insentif sertifikasi untuk mendukung rehabilitasi orangutan di Pulau Salat.
Perwakilan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Angga Sanggraha, mengatakan kemitraan tersebut menjadi bukti bahwa praktik perkebunan berkelanjutan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian keanekaragaman hayati.
Apresiasi tersebut disampaikan saat pertemuan antara manajemen perusahaan dan perwakilan keluarga yang berlangsung pada Sabtu malam, 27 Juni 2026. Pertemuan yang digelar dalam suasana kekeluargaan itu menghasilkan kesepahaman antara kedua belah pihak terkait penanganan insiden.
Perwakilan manajemen PT Sepalar Yasa Kartika, Jono Maryanto menjelaskan peristiwa itu bermula ketika perusahaan menjadwalkan dua aktivitas operasional rutin, yakni pemupukan di Blok N45 dan penyemprotan gawangan chemist di Blok M45.