Menurut Fandi, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kehidupan masyarakat pekebun memiliki banyak cerita positif yang layak diketahui masyarakat luas.
BORNEONEWS, Palangka Raya - Foto seorang ayah bersama anaknya yang sedang menanam pohon di kebun sawit menjadi simbol sederhana tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini. Karya visual…
BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS terus memperkuat komitmen keberlanjutan melalui berbagai program pengelolaan karbon, konservasi keanekaragaman hayati, hingga…
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian strategis dalam upaya meningkatkan produktivitas sawit nasional di tengah tantangan stagnasi produksi yang terjadi dalam lima tahun terakhir.
BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS mencatat capaian penting dalam aspek keberlanjutan melalui ketertelusuran atau traceability bahan baku tandan buah segar atau TBS…
Kunjungan monitoring dan evaluasi BPDP ke Lambaro, Kabupaten Aceh Besar pada 5 Mei 2026 menjadi bagian dari upaya memastikan pengembangan industri berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari petani, pemerintah daerah, hingga perusahaan perkebunan yang hadir dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara. Workshop ini menjadi ruang diskusi sekaligus konsolidasi berbagai pihak dalam memperkuat pengembangan sawit rakyat di daerah 3T.
Pengembangan beton ringan itu memanfaatkan turunan sawit seperti clinker boiler sebagai bahan substitusi dalam campuran foam concrete. Material tersebut dirancang untuk mendukung pembangunan modern yang lebih cepat dan efisien karena memiliki bobot lebih ringan dibanding beton konvensional.
Direktur Sustainability PT SSMS Tbk., Henky Satrio Wibowo, mengatakan perusahaan tidak hanya berfokus pada operasional internal, tetapi juga memperluas dampak keberlanjutan kepada masyarakat dan petani di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Sustainability PT SSMS Tbk., Henky Satrio Wibowo, dalam Paparan Publik Tahunan Perseroan. Menurutnya, perusahaan terus memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai standar keberlanjutan nasional maupun internasional.
Ia mengatakan, pada tahun 2026 Kalimantan Tengah hanya memperoleh alokasi DBH sawit sebesar Rp14,8 miliar. Jumlah tersebut jauh menurun dibanding tahun 2025 yang mencapai Rp117,88 miliar, bahkan lebih kecil dibanding tahun 2023 sebesar Rp289,46 miliar.