Pengamat perkebunan dan Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, mengajak perusahaan perkebunan di daerah agar terus menunjukkan komitmen sosial melalui optimalisasi program Corporate Social Responsibility atau CSR.
Dari sisi ekonomi, perkebunan kelapa sawit menjadi penggerak utama dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Efek ganda (multiplier effect) yang ditimbulkan turut mendorong aktivitas ekonomi lainnya, seperti perdagangan dan jasa. Di berbagai wilayah, kehadiran kebun sawit telah menciptakan peluang usaha baru dan memperkuat fondasi ekonomi lokal.
Industri perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah menunjukkan kontribusi sosial yang signifikan melalui program Corporate Social Responsibility atau CSR.
Selain mendorong kepatuhan hukum, sertifikasi halal juga membuka peluang ekspor yang lebih luas, terutama ke pasar negara-negara dengan mayoritas konsumen muslim.
BORNEONEWS, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan Uni Eropa atau UE berkomitmen mengakui sawit Indonesia sebagai komoditas yang berkelanjutan dalam Indonesia–European Union…
DPRD Kotim meminta Tim Satgas PKH yang dikomandani oleh Jampidsus Kejagung untuk hadir sebagai narasumber. Hal ini guna memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai implementasi dan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025.
Chief Sustainability Officer PT SSMS Tbk, Henky Satrio W., menyampaikan bahwa keterlibatan dan kolaborasi multipihak menjadi bagian vital dari proses keberlanjutan.
BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya membangun industri sawit yang ramah lingkungan terus diperkuat oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS melalui kemitraan regional dan kegiatan edukatif. Salah…
BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS kembali menuai apresiasi dari kalangan internasional atas komitmennya terhadap praktik keberlanjutan industri sawit. Delegasi…
BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS terus memperkuat komitmennya terhadap praktik keberlanjutan di industri kelapa sawit. Dalam sebuah forum dialog yang terbuka dan…
Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla menjadi indikator nyata keberhasilan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS dalam pendekatan pencegahan berbasis komunitas.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS kembali menunjukkan efektivitas pendekatannya dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla melalui kemitraan aktif dengan masyarakat desa sekitar.
Salah satu anggota Tim Masyarakat Peduli Api atau MPA Desa Umpang, Muhamad, menyampaikan bahwa kerja sama antara masyarakat dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS telah membawa perubahan signifikan dalam pola pikir dan respons warga terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS menegaskan bahwa kekuatan utama dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla bukan sekadar terletak pada teknologi, tetapi pada kesiapsiagaan tim lapangan dan kemitraan erat dengan masyarakat.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS kembali menunjukkan komitmennya dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kalimantan Tengah melalui penguatan program Masyarakat Peduli Api atau MPA terpadu.
Menyikapi peringatan dini musim kemarau dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG serta arahan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia dalam Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Nasional 2025, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS menegaskan peran strategisnya sebagai pelaku industri sawit yang responsif terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kalimantan Tengah.
Tahap krusial dalam pengembangan paper bag berbasis tandan kosong kelapa sawit atau TKKS adalah penambahan resin sintetik biodegradable sebagai agen penguat basah.
Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang mendapat mandat mengelola lahan eks-HGU, Agrinas terbuka untuk bermitra dengan badan usaha, koperasi, kelompok tani, maupun pelaku UMKM.