SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kekeringan di Kotawaringin Timur (Kotim) akan terus terjadi memasuki Agustus ini hingga awal September 2018. Ini berdasarkan prediksi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Wakil Koordinator Lapangan Posko Darurat Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Kotawaringin Timur, Rihel mengatakan dengan kondisi ini kebakaran diprediksi akan terus terus terjadi.

"Memasuki Agustus ini menurut BMKG terjadi kekeringan. Panas mencapai 30-33 derajat celcius, kita alami kekeringan hingga 2 September 2018," kata Rihel, saat ditemui di Posko yang berlokasi di komplek Museum Jalan S Parman Sampit, Senin (13/8/2018).

Bahkan menurut Rihel hingga kini kebakara  masib saja terjadi di sejumlah titik yang ada di wilayah Kecamatan MB Ketapang. Diantaranya di wilayah Pendawa, Kelurahan Pasir Putih.

Jalan Kacapiring I, Kelurahan MB Hilir, dan komplel Lembur Kuring Jalan HM Arsyad, Kecamatan MB Ketapang. Bahkan menurut Rihel saat ini petugas gabungan masih berada di lokasi.

--page

Dengan kondisi seperti ini menurut Rihel potensi kebakaran masih terus terjadi bahkan sampai kini status siaga masih dilakukan sejak 16 Juli hingga 12 November 2018 mendatang.

"Saat ini titik api masih ada di wilayah kota daerah lain sudah padam. Pemadaman dari kita serta melaliu water boombing bantuan dari BNPB," pungkasnya. (NACO/B-5)