PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Sempat diguyur hujan beberapa hari lalu, kini cuaca di Kota Palangka Raya kembali panas. Kondisi ini bisa menyebabkan kebakaran pada lahan gambut akibat kekeringan.

Sebagai upaya pencegahan, warga 'Kota Cantik'--julukan Palangka Raya--diminta meletakkan seember air garam di setiap rumah. Tujuannya untuk mempercepat proses turunnya hujan.

"Kami meminta masyarakat menyediakan satu ember berisi air garam yang ditempatkan di halaman atau pekarangan rumah masing-masing. Saat ini kondisi cuaca kita belum aman. Sebab kemarau tahun ini sangat kering. Maka dari itu, semakin banyak warga yang berpartisipasi menyediakan air garam akan mempercepat proses turunnya hujan," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Henora Koffeno, Sabtu (25/8/2018).

Menurut Koffeno, keberadaan air garam di pekarangan rumah dalam jumlah masif akan menghasilkan modifikasi cuaca sehingga terjadi hujan buatan.

"Ini namanya kita melakukan rekayasa alam agar terjadi hujan buatan. Cara ini cukup optimal karena air garam yang diletakkan pada ruang terbuka akan membantu penguapan air dan membentuk awan yang berpotensi hujan," tuturnya.

--page

Koffeno memahami bahwa mungkin tidak banyak masyarakat yang tahu bahkan percaya bahwa tindakan ini dapat membantu. Tapi, ia berharap masyarakat tetap mau melakukan tindakan sederhana ini bersama-sama.

"BPBD Kota Palangka Raya sudah menyerukan hal ini kepada masyarakat. Mudah-mudahan masyarakat mau melakukan tindakan sederhana ini. Sebab proses hujan buatan ini akan efektif mengantisipasi bencana kabut asap," tutup Koffeno. (TESTI PRISCILLA/B-3)