BORNEONEWS, Palangka Raya- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya sudah meminta bantuan rekayasa alam kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Kita sudah melaporkan kondisi tidak adanya hujan di Palangka Raya kepada BNPB di Jakarta, Gubernur Kalteng, dan Wali Kota Palangka Raya, agar ada upaya bantuan rekayasa alam untuk hujan buatan," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kota Palangka Raya Henora Koffeno, Sabtu (25/8/2018).
"Namun ternyata awal pekan kemarin hujan. Kita sangat bersyukur akan hal itu. Jadi mungkin bantuan rekayasa alamnya akan ditunda dulu karena sudah ada hujan alami yang cukup lebat," kata Koffeno lagi.
Menurut dia, BPBD terus berupaya memaksimalkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Terlebih dalam beberapa hari terakhir sejumlah titik api muncul, terutama di beberapa lahan kosong yang ada di wilayah Kota Palangka Raya.
"Saat ini cuaca di Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya, memang sedang dalam kondisi panas atau sudah masuk pada kemarau kering. Akibatnya, sejumlah lahan kosong di beberapa kawasan terbakar dan terlihat titik api. Upaya pemadamanpun dilakukan oleh tim penanggulangan bencana karhutla. Tetapi cukup kewalahan dalam mengatasinya. Kondisi itulah yang mengakibatkan normalisasi dari kondisi udara sedikit terganggu," sebutnya.
--page
Informasi ini, lanjut Koffeno, sudah disampaikan oleh tim penanggulangan bencana karhutla kepada banyak pihak, termasuk ke grup peduli api yang ada di Palangka Raya. Tujuannya supaya tetap waspada.
"Seperti kebakaran di kawasan Petuk Katimpun Palangka Raya, titik-titik api terlihat menyebar. Sehingga petugas kesulitan melakukan pemadaman. Kondisi ini akibat struktur area lahan yang sangat kering dan mudah terbakar," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)








