BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Ratusan honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Kapuas menuntut solusi agar honorer K2 menjadi prioritas dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua FHK2I Kapuas, Widodo saat menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Kapuas pada Senin (17/9/2018) pagi.
"Yang pertama itu, supaya penerimaan CPNS umum bisa ditunda dulu, karena kami meminta agar ada priortias," ungkap Widodo.
Lebih lanjut, dia menuturkan, meskipun ada kuota 14 formasi untuk K2 di Kabupaten Kapuas, tetap saja belum tepat, karena masih banyak kendala yang dihadapi.
"Diisi 14 kuota itupun terbentur aturan, karena sesama K2 itu harus bertempur (memperebutkan) kursi itu," tuturnya.
--page
Terlebih dengan persyaratan yang informasinya memiliki batasan usia 35 tahun pun turut menjadi kendala. "Rekap kami dari forum honorer K2 Kapuas ada 176 orang, dari total itu hanya 16 orang yang usianya masih 35 tahun ke bawah, jadi kesulitan. Ditambah lagi dari ke 16 itupun masih ada yang belum S1," ungkapnya.
Untuk itulah, forum yang terdiri dari honorer pendidik, tenaga kesehatan dan teknis itu meminta solusi dari pemerintah daerah terkait dengan permasalahan tersebut.
Usai aksi damai, sebanyak lima orang perwakilan dari FHK2I Kapuas bertemu langsung dengan Ketua DPRD Kapuas serta instansi terkait di ruang rapat gabungan. (DODI RIZKIANSYAH/B-2)








