BORNEONEWS, Sampit - Akibat ulah oknum tidak bertanggungjawab yang melakukan pencurian 8 baterai gardu, pihak PT Telkomsel Sampit mengalami kerugian mencapai belasan juta rupiah.
"Delapan baterai yang dicuri itu ada di tower PT Telkomsel Sampit yang berada di Jalan Muchran Ali, Gang Sahari, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Total kerugiannya sekitar Rp15 juta rupiah," kata Kapolsek Baamang AKP Agoes Tri mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Senin (15/10/2018).
Kasus pencurian ini pertama kali diketahui oleh salah seorang karyawan PT Telkomsel Sampit, Rusdiansyah (35). Saat itu dia sedang bertugas memeriksa kondisi fisik tower. Namun dia mendapati delapan baterai milik perusahaannya hilang.
Namun baterai itu telah diasuransikan. Meski demikian aparat Polsek Baamang tetap menyelidiki kasus ini. Petugas sudah memintai keterangan beberapa orang saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara terkait kasus dugaan pencurian kategori pemberatan ini.
"Menurunkan dan melepas baterai itu memerlukan waktu lama. Lantaran bobotnya sangat berat dan letaknya di dalam gardu yang menempel di tower. Jaraknya dari tanah cukup tinggi, sekitar 2 meter lebih," jelas kapolsek.
Polisi balok tiga itu juga heran, lantaran lokasi kejadian pencurian dengan pemberatan iti berada di kawasan padat penduduk. Saat batrai terlepas terdapat gangguan sinyal terhadap salah satu provider penyalur sinyal ke telepon seluler melalu kartu sim itu.
"Perhatikan bagaimana bisa batrai seberat itu diturunkan oleh pelaku, terlebih lokasinya berada ditempat keramaian. Doakan saja semoga kasus ini cepat terungkap dan pelakunya cepat tertangkap," tukasnya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-6)








