SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Suasana Polsek Baamang mencekam lantaran seorang tahanan narkoba, FWS, alias Fon, mengalami kontaksi pada perutnya yang sedang mengandung anak ketiga dengan masa kehamilan tepat 10 bulan. 

Kondisi menegangkan itu dirasakan oleh anggota Polsek yang sedang piket pada Minggi (14/10/2018) malam. Foni merupakan  tersangka kasus peredaran sabu yang ditangkap anggota Polsek Baamang di Hotel Pigmy Raya, Jalan Tjilik Riwut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

"Kelahirannya itu pada pagi hari. Saat dini hari tersangka sudah menjerit kesakitan," kata Kapolsek Baamang AKP Agoes Tei mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Rabu (17/10/2018).

Fon langsung dibawa ke Puskesmas Baamang untuk diberikan penangan medis. Pada saat itu ternyata Fon sudah mengalami pembukaan. Proses persalinan dilakukan hingga berjam-jam. Akhirnya Fon melahirkan seorang anak berjenis kelamin laki-laki berbobot 4 Kg, Senin (15/10/2018) sekitar pukul 01.30 WIB.

Proses persalinan sempat terkendala lantaran plasenta (ari-ari) sempat terlilit di badan bayi.

--page

Setelah anak itu lahir, rencananya akan diserahkan kepada Sumadi, seorang bos walet di Sampit yang belum dikaruniai anak selama lima tahun masa pernikahannya.

"Saya ikhlas anak saya diadopsi Pak Sumadi, dari pada anak saya ini sengsara dengan saya," ucap Fon, Rabu (17/10/2018). 

Kini Fon sedang dirawat di RSUD Dr Murjani Sampit lantaran kondisinya fisiknya lemah. Fon kekurangan darah dan harus segera melakukan transfusi. Golongan darah Fon adalah AB. Namun stok golongan darah tipe itu dalam keadaan kosong.

Sebelumnya, seorang perempuan, Dn (31) narapidana di Rutan Palangka Raya juga melahirkan. Dn meringkuk di balik jeruji besi karena tersangkut kasus narkoba. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)