BORNEONEWS, Pulang Pisau- Persiapan peresmian Gugusan Pulau Salat sebagai lokasi pelestarian orangutan melibatkan banyak pihak, di antaranya dari kalangan akademisi.
Persiapan yang ditinjau oleh Kepala Sub Direktorat Penangkaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) Puja Utomo itu salah satunya melibatkan kelompok KKN dari Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Banjarmasin, yang sedang mengabdi di Desa Pilang.
"Kebetulan kami ada berlima dan sudah sekitar satu bulan berada di Desa Pilang yang berdampingan dengan Pulau Salat," ucap Musa, ketua kelompok KKN UIN Antasari, Senin (5/11/2018).
"Tentunya kami sangat senang terlibat dalam kegiatan nasional yang langsung ditinjau oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seperti ini," lanjut dia.
Musa mengaku terkejut dengan fasilitas di Pulau Salat dan Pulau Badak Kecil yang menjadi lokasi pelestarian orangutan.
--page
Musa pun berterimakasih kepasa masyarakat Desa Pilang dan pengelola Pulau Salat yang sejak awal menerima dan sangat ramah kepada pendatang seperti dia dan teman-temannya.
"Harapannya, kami juga bisa berkontribusi dikegiatan lainnya," tutur Musa. (GAZALI/B-3)








