PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangka Raya sedang menjalankan kebijakan dan strategi bidang rehabilitasi terkait skrining dan intervensi lapangan (SIL).

Program tersebut semakin memantapkan petugas, bahkan rela blusukan demi menyelamatkan warga dari penyalahgunaan narkoba.

"Program SIL ini diterapkan sejak 2018," ucap Kepala BNN Kota Palangka Raya, M Soeja'i, Rabu (16/1/2019).

SIL merupakan kegiatan berbasis masyarakat dalam rangka melakukan kontak dengan individu, atau kelompok dari populasi sasaran tertentu yang tidak efektif bila dijangkau, atau dikontak layanan kesehatan konvensional yang bersifat pasif.

"SIL merupakan bagian dari (rehabilitasi) rawat jalan. Kalau nanti dari hasil SIL, berat (kecanduan), maka akan kita masukan rawat jalan melalui klinik Pratama Berkah BNN Kota Palangka Raya," terang Soeja'i.

--page

Dia menuturkan, dalam menjalankan program tersebut, anggota lebih dulu melakukan pemetaan berdasarkan sumber informasi dari masyarakat.

Usai pemetaan, petugas langsung turun ke lapangan. Petugas juga tidak lupa untuk izin ke pihak RT setempat. Berikutnya, dilakukan konseling terhadap warga yang dinyatakan terpapar narkoba.

"Ke pihak keluarga kita juga menanyakan seberapa jauh yang bersangkutan melakukan penyalahgunaan narkoba. Kapan memakainya dan berapa lama,"

"Kemudian diberikan form pertanyaan untuk mengetahui apakah kategori ringan, sedang dan berat. Kalau dinyatakan berat, maka kita arahkan ke klinik untuk rawat jalan. Perlu saya tegaskan, rawat jalan itu gratis," tuntas Soeja'i. (BUDI YULIANTO/B-11)