PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Program skrining dan intervensi lapangan (SIL) yang dijalankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangka Raya tidak hanya berkaitan dengan masalah narkoba. Namun warga yang memiliki ketergantungan bahan lainnya juga turut ditangani.

"Program SIL arahnya bukan narkotika saja, tapi juga terkait dengan alkohol. Kemudian rokok, premium jenis bensin, lem fox, seledryl termasuk juga softex," ucap Kepala BNN Kota Palangka Raya, M Soeja'i kepada borneonews.co.id, Rabu (16/1/2019).

Dia menuturkan selama menjalankan program SIL, ada tujuh orang yang diketahui melakukan penyalahgunaan narkoba. Tiga di antaranya menjalani rawat jalan di Klinik Pratama Berkah milik BNN.

Pihaknya akan terus berupaya menjalankan program tersebut ke daerah yang sulit terjangkau. Target di 2019 adalah minimal mendapatkan 30 orang yang dirawat jalan akibat terpapar narkoba maupun bahan lainnya.

"Namun tidak menutupkemungkinan bertambah apabila masih ada yang perlu dirawat jalan. Yang jelas rawat jalan gratis," tuturnya.

Diketahui, SIL merupakan kegiatan berbasis masyarakat dalam rangka melakukan kontak dengan individu atau kelompok dari populasi sasaran tertentu yang tidak efektif bila dijangkau, atau dikontak oleh layanan kesehatan konvensional yang bersifat pasif. (BUDI YULIANTO/B-6)