BORNEONEWS, Sampit - Dua orang maling yang kedapatan sedang melakukan aksi pencurian papan jembatan di Desa Eka Bahurui, Kecamatan MB Ketapang ditangkap massa. Salah seorang diantaranya mengalami babak belur. Pakaian yang dikenakan maling berjenis kelamin pria itu pun sobek.
"Di desa kami sering kehilangan material bangunan, mulai dari papan kayu hingga atap seng. Makanya setiap malam dilakukan penjagaan. Kebetulan tadi terlihat ada dua pria sedang mengambil papan jembatan di desa kami," ucap Kepala Desa Eka Bahurui Rusdiansyah, Selasa (29/1/2019) malam.
Peristiwa pencurian itu terjadi sekitar pukul 20.30 wib. Papan kayu jenis ulin itu dicuri menggunakan peralatan yang terbilang sangat minim. Pelaku membongkar papan jembatan itu dengan cara dicongkel menggunakan parang dan palu.
"Mereka menggunakan pikap. Satu orang kabur pakai pikap itu, dan satu lagi kabur ke arah dalam hutan. Yang lari ke dalam hutan ditangkap warga dan sempat dipukuli. Setelah itu diserahkan ke Polsek Ketapang," terang Rusdiansyah.
Satu orang pelaku yang kabur menggunakan mobil pikap ditangkap di Desa Pelangsian. Pelaku sempat menceburkan diri ke sungai. Pelarian itu tidak bertahan lama, warga terus mengejar pelaku.
--page
Beberapa saat kemudian pelaku naik ke darat dan kembali melakukan pelarian. Namun pelarian itu tidak membuahkan hasil. Pelaku ditangkap namun tidak diamuk masa karena aparat desa dengan cekatan mengamankan pelaku dan menghubungi aparat kepolisian setempat.
"Awalnya kami tidak tau kalo dia ini pelaku pencurian. Namun kami curiga dengan ban pikapnya bocor, namun terus dipaksa untuk jalan. Warga pun mendatanginya namun dia malah turun dan cebur ke sungai. Tidak lama datang warga Desa Eka Bahurui menyatakan jika dia pelaku pencurian," jelas Kepala Desa Pelangsian Darmansyah.
Belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian setempat. Namun kedua pelaku kini berada di sel tahanan Polsek Ketapang. (ACHMAD SYIHABUDDIN/m)








