BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) H Supriadi prihatin daerah ini masih memiliki peredaran Narkoba yang luar biasa. Apalagi belakangan ini dari hasil pengungkapan jumlah barang bukti sangat banyak.
Menurutnya, tentu ada yang salah sehingga hukuman belum memberikan efek jera. Apalagi selama ini pengendalian sabu masih banyak dilakukan para terpidana yang mendekam dibalik jeruji besi.
"Yang aneh lagi justru para napi bisa kendalikan peredaran barang haram itu di luar," kata dia, Kamis (7/2/2019).
Artinya menurut dia para napi narkoba ini masih memiliki kekuatan luar biasa sampai bisa seperti itu, padahal seharusnya ruang gerak mereka tertutup jika di dalam sel. Mulai tidak diperbolehkan menggunakan alat komunikasi.
"Memprihatinkan dengan peredaran Narkoba yang tidak pernah habisnya," tukas politisi Partai Golkar itu.
--page
Padahal kata dia penegakan hukum sudah dilakukan oleh jajaran kepolisian namun masih belum memberikan efek jera kepada pelakunya, buktinya masih banyak mereka yang berurusan dengan hukum itu berlatar belakang residivis.
"Dari itu saya kira pemerintah daerah, hingga stake holder lainnya juga ikut memikirkannya dan mencari jalan keluarnya. Karena ini bahaya, narkoba itu bisa merusak hingga membunuh masa depan siapa saja," tandasnya.(NACO/B-5)








