SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Rimbun prihatin atas maraknya aksi pencurian sejumlah patung Sapundu yang memiliki nilai bagi masyarakat adat. 

Terkait itu, dia mendeksak pemerintah daerah untuk menyikapi persoalan itu.  Semestinya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim melakukan evaluasi. 

"Pemkab juga harus punya data hasil inventarisasi baik itu sapundu hingga situs bersejarah milik suku Dayak," kata Rimbun, Rabu (13/2/2019)

Dia berharap, sindikat pencurian itu harus terungkap. Agar jangan sampai ada lagi Sapundu juga menjadi target pencurian.

Menurutnya kasus pencurian yang sudah menyasar benda-benda milik suku Dayak ini sudah keterlaluan dan melukai perasaan masyarakat atau kerabat. Terutama yang ada kaitannya dengan keberadaan Sapundu tersebut.

--page

Sapundu itu, memang kebanyakan berada di depan rumah warga, namun tidak sedikit yang ditempatkan jauh dari permukiman. Dan itu perlu mendapatkan perhatian dan pengawasan. 

"Kami harapkan jangan sampai terulang lagi. Pemkab Kotim jangan berdiam terkait persoalan ini," pungkasnya. (NACO/B-11)