BORNEONEWS, Palangka Raya – AM dan Sya yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan ini mengaku nekat melakukan aksi pencurian aki dibeberapa lampu lalu lintas di Palangka Raya, karena terdesak untuk memenuhi biaya kebutuhan lantaran sudah beberapa pekan ini menganggur.
Dari pengakuan tersangka AM, hasil curiannya nanti digunakan untuk membeli kebutuhan susu anakanya dan membayar cicilan motor.
“Terpaksa kerjaan sebagai kuli sedang sepi. karena harus bayar cicilan motor dan kebutuhan susu anak, saya nekat mencuri,” ujar AM, Kamis (21/2/2019) seusai mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya, Kamis (21/2/2019).
Dilain sisi Syar yang juga kuli bangunan itu mengaku, karena menganggur dan tidak punya uang dirinya diajak AM untuk mencuri.
Kemudian hasil dari curi aki lampu lalulintas itu digunakan untuk bisa terus berkomunikasi dengan pacarnya yang saat ini berada di Banjarmasin.
--page
“Saya pakai uangnya untuk beli pulsa dan paket data, biar bisa komunikasi sama pacar, karena pacar saya sekarang ada di Banjar,” pungkas Sya.
Aki yang dicuri kedua terdakwa selanjutnya dijual seharga Rp800.000 hingga Rp1 juta kepada seorang penadah Sup (50) pengepul barang bekas di Jalan Mahir Mahar Palangka Raya. (AGUS/B-6)








