SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Pencuri ini mengaku rugi meski telepon seluler hasil mencuri di kantor ekspedisi J&T Cabang Sampit, sudah hampir habis dijual kepada sejumlah masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Pengakuan itu dia sampaikan saat diinterogasi Kapolres Kotim AKBP Mohammad Romel, Rabu (27/2/2019).

Salah seorang dari tiga pelaku pencurian mengaku, uang hasil penjualan ponsel sudah habis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Tidak ada untungnya, semua uang hasil penjualan sudah habis untuk kebutuhan hidup," ujar RIS, seorang tersangka pencuri. 

Ia mengatakan, uang hasil penjualan ponsel curian digunakan untuk biaya mereka makan, sewa mobil, dan kebutuhan lainnya. Semuanya sudah habis tanpa ada sisa. 

--page

"Setelah berhasil kami curi, barang langsung kami jual secara eceran, dan uangnya kami gunakan sama-sama untuk kebutuhan sehari-hari," kata RIS. 

Adapun jumlah barang yang dicuri yakni 30 telepon seluler. Dengan nilai mencapai Rp50 juta. Ponsel itu dijual dengan berbagai harga, dan hanya menyisakan dua unit yang digunakan mereka untuk berkomunikasi. Tiga unit ponsel sudah ditemukan oleh kepolisian dari tangan pembelinya. 

RIS ditangkap bersama tiga rekannya yakni HNH yang merupakan pelaku utama dan Irwyang bertugas sebagai pemantau saat temannya beraksi di lokasi kejadian. 

Mereka mengaku baru sekali mencuri. Namun hal itu masih dalam pendalaman aparat guna mengetahui rekam jejak mereka. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)