BORNEONEWS, Palangka Raya - CEO Yayasan Borneo Orangutan (BOS) Fundation, Jamartin Sihite menyebut pemerintah berperan besar dalam pelepasliaran orangutan ke habitat aslinya.
Dia menceritakan sejak BOSF berdiri 1991 hingga sepuluh tahun berikutnya, pihaknya berhasil melepaskan 400 individu orangutan.
"Namun 10 tahun berikutnya kami tidak berhasil melepaskan satu pun orangutan ke hutan liar," ujarnya, Selasa (12/3/2019).
Dia menerangkan pelepasliaran orangutan baru mulai bergerak memasuki 2012 baik yang berasal dari Kalimantan Timur (Kaltim) maupun Kalimantan Tengah (Kalteng).
"Jadi saat ini kita sudah berada diperubahan yang lebih baik untuk kehidupan orangutan," lanjutnya. Keberhasilan ini pun tidak akan tercapai tanpa adanya bantuan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. (GAZALI/B-6)








