PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Keterbatasan personel plus jumlah lembaganya membuat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah menggandeng perusahaan swasta untuk menjadi pegiat anti narkoba.

"Hampir semua perusaahan kita jadikan pegiat anti narkoba. Terutama perusahaan yang ada di daerah pelosok seperti kelapa sawit, tambang batu bara," ucap Kabid Pencegahan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Kalteng, Baja Sukma, Selasa (9/4/2019).

Baja menyampaikan hal ini kepada wartawan seusai kegiatan pengembangan kapasitas dan pembinaan masyarakat anti narkoba di lingkungan swasta.

Dia menuturkan sebelumnya BNNP sudah melakukan sosialisasi ke perusahaan sembari memetakan daerah rawan penyalahgunaan narkoba.

"Oleh karena itu hari ini mereka kita undang yang nantinya menjadi pegiat anti narkoba," ungkapnya.

--page

Baja menilai dengan keterbatasan personel dan jumlah lembaga yang baru ada di tingkat provinsi, kota dan Kabupaten Kobar, akan sangat efektif membantu menyampaikan di lingkungan kerjanya terkait bahayanya penyalahgunaan narkoba. (BUDI YULIANTO/B-6)