BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah terus berupaya menekan angka penyalahgunaan narkoba.
Selain dalam bentuk penindakan, upaya mereka juga dibarengi dengan pencegahan. Untuk memaksimakkan pencegahan itu, mereka akan menggandeng pihak swasta yang nantinya menjadi pegiat anti narkoba.
Kabid Pencegahan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Kalteng, Baja Sukma mengatakan, salah satu titik yang paling diwaspadai masuknya narkoba ke Kalteng yakni daerah perbatasan dengan Kalbar.
"Pada 2018 ada 15 kilo gram yang terungkap. Kita 3 kilo gram, Polda 7 dan Kalsel 5 kilo gram," ucap Baja Sukma, Selasa (9/4/2019).
Selain daerah perbatasan, titik yang turut diwaspadai yakni kawasan pelabuhan di daerah Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
--page
"Di Kobar sudah kita petakan bahwa di daerah Kumai ada 5 pelabuhan milik pribadi. Kita tidak menyalahkan itu, tapi akan menjadi langkah kami untuk meningkatkan pengawasan," ungkapnya.
Baja menambahkan dari hasil penelitian Kalteng masih tercatat menempati posisi lima besar secara nasional terkait peredaran penyalahgunaan narkoba.
"Ini sangat mengerikan. Oleh sebab itu, ini menjadi tugas kita semua untuk memberantas penyalahgunaan narkoba," tuntasnya. (BUDI YULIANTO/B-6)








