BORNEONEWS, Sampit - Polres Kotawaringin Timur (Kotim) sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi terkait upaya pembobolan ATM yang berada di gerai depan Hotel Wella, Jalan Tjilik Riwut Km 3,5, Kecamatan Baamang, Sampit.
"Terkait dengan upaya pembobolan ATM tersebut, kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi," ujar Kapolres Kotim AKBP Mohammad Romel, Senin, 20 Mei 2019.
Tiga saksi tersebut yakni dari petugas keamanan Hotel Wella satu orang, dan masyarakat yang melihat keberadaan pelaku di lokasi kejadian satu dua orang. Namun dari hasil sementara, pihak kepolisian belum bisa memastikan identitas pelaku. Karena ketiganya tidak mengenali dan melihat betul-betul bentuk perawakan dan wajah pelaku.
Dalam kejadian tersebut, ATM yang dibobol tidak berhasil dibawa kabur isi uangnya. Hanya saja mesin ATM bagian bawah sudah rusak oleh pelaku.
"Alhamdulillah tidak ada isi ATM yang hilang, namun mesin mengalami kerusakan," terang Romel.
Sementara, kronologis kejadian tersebut bermula ketika salah seorang warga hendak mengambil uang di ATM tersebut sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Namun saat membuka pintu, ia melihat ada seorang pria bersembunyi di sela-sela ruang ATM tersebut.
Melihat keberadaan orang itu, diapun curiga dan membatalkan niatnya untuk mengambil uang. Dengan maksud memberitahukan hal itu kepada penjaga malam Hotel Wella. Mereka langsung melaporkan ke Polsek Baamang.
Setelah diperiksa oleh pihak polsek, ternyata pelaku sudah tidak ada ditempat. Dan dari hasil olah TKP ditemukan ATM dalam keadaan rusak, dan CCTV baik itu yang ada di mesin ATM dan juga di ruangan ATM tersebut dalam keadaan tertutup cat semprot. (MUHAMMAD HAMIM/m)








