PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemuda paling rawan terpapar narkoba. Untuk itu, BNN Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar Dialog Nasional P4GN "Millenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas”.

Sebagian peserta yang hadir dalam dialog itu berasal dari kaum millenial yang masih duduk di bangku SMP sampai dengan Kuliah, karena usia mereka sangat rentan terpapar narkoba.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala BNN Kobar AKBP I Wayan Korna. "Jadi mengapa dialog tentang narkoba ini lebih banyak mesnyasar usia muda, karena mereka itu sangat mudah terkena atau terpengaruh penyalahgunaan Narkoba," ujarnya di Aula Bappeda Kobar, Jumat, 19 Juli 2019.

Kegiatan Dialog Nasional P4GN “Milenial Sehat Tanpa Narkoba, Menuju Indonesia Emas” merupakan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019. Menurutnya, data secara nasional terungkap bahwa pemuda lebih banyak terkena narkoba dari pada pekerja.

"Untuk di Kobar belum ada penelitian, ini yang kami paparkan secara nasional, dan di Kobar sangat berpotensi. Maka dari itu jangan sampai anak muda di Kobar ini terkena narkoba," tegasnya.

--page

Untuk mencegah pemuda menggunakan narkoba, salah satunya diadakan sosialisasi secara rutin dan pengkaderan pemuda untuk mengajak hidup sehat tanpa narkoba.

"Kita berikan penghargaan agar semangat, kita berikan pelatihan sampai mengerti bagaimana cara menyampaikan informasi terkait ajakan bebas narkoba," ungkapnya.

Dia menyebutkan data secara Nasional, BNN telah mengantongi angka prevalensi penyalahgunaan narkoba pada 2017 sebesar 1,77% atau setara 3.376.115 orang pada rentang usia 10 hingga 50 tahun. Prevalensi angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar pada 2018 dari 13 ibu kota provinsi di Indonesia mencapai 3,2% atau setara 2,29 juta orang.

"Salah satu kelompok masyarakat yang rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah generasi milenial, pada rentang usia 15 hingga 35 tahun," ungkapnya.  (DANANG/B-2)