BORNEONEWS, Buntok – Memasuki musim kemarau, Kecamatan Karau Kuala dan Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan, menjadi dua daerah yang berstatus rawan kekeringan dan gagal panen.
Demikian disampaikan Kasi Pembenihan dan Produksi pada Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan atau DKPPP Barsel Agiria kepada Borneonews, Jumat, 26 Juli 2019.
Agiria mengatakan, bila terjadi kemarau panjang, akan ada beberapa desa di dua kecamatan tersebut yang kekeringan dan gagal panen.
Desa-desa tersebut di antaranya Bintang Kurung, Babai, Teluk Betung, Batampang Batilap, Mangkatip, Lehai, Mangkatir, dan Kalanis.
“Di sejumlah desa itu ada beberapa program DKPPP yakni untuk padi bebas residu dan padi inbrida sawah. Kedua program ini sangat riskan bila kemarau panjang dan bisa gagal panen,” beber Agiria.
--page
Sementara itu, lanjut dia, untuk Kecamatan Jenamas tidak terlalu terkendala karena topografinya agak rendah dari Karau Kuala dan Dusun Hilir.
Ia menjelaskan, sebagai langkah antisipasi bila kemarau panjang benar terjadi, pemerintah pusat menawari program bantuan benih bersudsidi dan bantuan cadangan benih nasional atau CBN.
“Antisipasi dari kita bahwa di setiap desa yang rawan kekeringan sudah disalurkan mesin pompa air,” ujar dia.
Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Dusun Utara dan Gunung Bintang Awai hampir tidak berpengaruh dengan musim kemarau panjang. (URIUTU DJAPER/B-3)








