BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi menyebutkan, pembeli atau pengonsumsi narkoba adalah seseorang yang bodoh. Karena mau saja menjadi budak barang haram tersebut hingga membuat masa depan terancam.
"Yang bodoh itu pembeli dan pemakainya," ujar Supian, Senin, 19 Agustus 2019. Dia menyebutkan hal itu karena, narkoba tidak akan beredar di Kotim ini jika tidak ada pembeli dan pemakainya.
Sehingga, barang haram tersebut akan terus beredar jika masih ada penggunanya di daerah ini. Sehingga hal itu harus menjadi perhatian agar pihak terkait bisa mengatasi dengan memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat agar tidak menggunakan narkoba. Karena dampaknya sangat besar bagi diri sendiri.
"Kalau penggunanya sudah tidak ada, maka narkoba tidak akan laku dan bisnis haram tersebut tidak akan berkembang di daerah ini," katanya.
Oleh karena itu dirinya meminta kepada seluruh tokoh agam baik itu Islma, Kristen, Hindu, Budha, Keharingan, dan lainnya agar memberikan siraman rohani kepada masyarakat terkait bahayanya narkoba.
--page
"Tokoh agama saya harap bisa memberikan tausiah atau hal lainnya kepada masyarakat. Sehingga mereka bisa menyadari bahwa apa yang dilakukan itu menyalahi aturan dunia maupun akhirat," harapnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








