PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 10.015 personel gabungan masih stand by di lapangan untuk menangani terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Baik dalam bentuk pencegahan maupun penanggulangan.

"Ada 10.015 personel gabungan. Di dalamnya juga ada kelompok masyarakat yang ikut berkerja bersama-sama," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran atau BPB-PK Kalimantan Tengah, Mofit Saptono Subagio, Senin, 23 September 2019.

Mofit menyampaikan hal itu didampingi Kepala Dinas Perkebunan Kalteng Rawing Rambang dan Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Tjilik Riwut, Anton Budiyono pada konferensi pers di Media Center, lantai II, kantor gubernur Kalteng.

Dia menuturkan, sempat ada 22 personel di Pangkalan Bun yang mengalami gangguan tapi sudah diistirahatkan dan kembali dengan normal.

"Untuk jumlah helikopter kini ada 10. 8 di antaranya water bombing," kata Mofit.

--page

Dia menambahkan, bencana karhutla tahun ini harus menjadi pembelajaran bersama agar tahun depan tidak terulang lagi. Semua pihak juga diharapkan sadar untuk tidak melakukan pembakaran. Jangan sadar ketika sudah terbakar.

Media center tersebut didirikan oleh Diskominfo Kalteng atas petunjuk Gubernur, Sugianto Sabran sebagai corong informasi update tentang penanganan karhutla. (BUDI YULIANTO/B-11)