PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami inflasi 0,48 persen di Oktober 2019. Angka ini meningkat dari capaian bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,07 persen.

Ini disampaikan Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah atau TPID Kalteng, Setian dalam agenda rutin penyampaian ke awak media, Senin 4 November 2019. Rilis tersebut dipimpin oleh Asisten II Setda Kalteng Nurul Edy.

"Komoditas penyumbang inflasi adalah kelompok volatile foods dan administered price. Masing-masing mengalami inflasi 1,06 persen dan 0,82 persen," katanya.

Dia menuturkan capaian di Oktober 2019 ini sedikit lebih tinggi dibanding Oktober 2018 yang mengalami inflasi sebesar 0,19 persen.

Tidak hanya itu juga lebih tinggi dari capaian nasional yang mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Demikian halnya dengan inflasi regional Kalimantan.

--page

Kalteng berada di urutan pertama disusul Kalsel (0,16 persen), Kaltim (0,30), Kaltara (0,30) dan Kalbar (0,04 persen).

Dia menambahkan diperkirakan akan ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi tekanan inflasi di periode mendatang.

Pertama, kenaikan harga daging ayam ras dan tangkapan ikan menjelang Hari Besar dan Keagamaan Nasional (HBKN).

Kemudian harga rokok kretek dan harga angkutan udara, serta kenaikan harga emas dunia dan barang-barang ritel impor. (BUDI YULIANTO/B-6)