BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembangunan infrastruktur yang tersebar di berbagai titik di Kalimantan Tengah segera dinikmati masyarakat. Ini bukti keseriusan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dalam mewujudkan pembangunan di Bumi Tambun Bungai.
Tentu saja, infratruktur yang nyaman akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara luas, sebagaimana yang ia cita-citakan.
Pada tanggal 17 Oktober 2019 lalu, hasil dari jerih payahnya dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur tidak terkecuali program multiyears disampaikan ke awak media melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Kalteng.
Bukan pamer. Bukan pula apa tapi itu sebagai bentuk keterbukaan informasi publik bahwa tekadnya mewujudkan pembangunan benar-benar nyata.
Bahkan, gubernur tidak tebang pilih dalam melakukan pembangunan. Kendati itu masuk wilayah kota maupun kabupaten, tetap diberikan bantuan agar merata.
--page
Kepala Dinas PUPR Kalteng, Shalahuddin mengatakan, rata-rata progres pembangunan proyek infrastruktur multiyears hingga September 2019 sudah berada di angka 90 persen.
Artinya, tidak lama lagi rampung sebagaimana targetnya adalah Desember 2019. Total proyek multiyears tercatat ada sekitar 22 paket baik pembangunan jalan maupun jembatan.
Berdasarkan siaran pers dari Dinas Kominfosantik Kalteng, sejumlah pembangunan itu diantaranya, Mendawai - Pagatan, Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama - Riam Durian, Riam Durian - Sukamara, Riam Durian - Kenawan dan Sampit - Bagendang.
Kemudian, Simpang Bangkal - Bangkal - Telaga Pulang, Simpang Rantau Pulut - Amin Jaya, Pulang Pisau - Pangkoh - Bahaur, Kapuas - Palingkoh - Dadahup, Pasar Panas - Ampah, Patung Hayaping - Kamintin dan lainnya.
Pembangunan tersebut dipastikan berdampak positif bagi masyarakat. Salah satunya adalah jalan layang Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama.
--page
Jika sudah rampung, jalan layang itu akan membantu masyarakat Sukamara yang ingin ke Pangkalan Bun. Tidak sekadar membantu, juga mempercepat jarak tempuhnya.
Bukan hanya itu, pengerjaan proyek infrastruktur juga mencapai di angka ratusan. Salah satunya pembangunan file slab di Bukit Rawi.
Dukungan gubernur untuk membangun file slab sepanjang 3,5 kilometer itu sangatlah besar. Bisa dipastikan, tahun depan jika musim hujan turun, jalan tersebut aman dari banjir. Pengendara pun dapat melintas dengan nyaman.
"Pembangunan file slab di Bukit Rawi merupakan salah satu prestasi gubernur, Bapak Sugianto Sabran. Peran beliau begitu besar walaupun itu menggunakan APBN," ucapnya.
Dibilang prestasi karena selama sekitar 9 tahun, pemerintah Provinsi Kalteng meminta pembangunan tersebut pada pemerintah pusat tapi belum diamini.
--page
Salahuddin juga menyebut lewat dana hibah sekitar Rp 30 miliar, gubernur akan membangun penyeberangan Barito Selatan - Muara Teweh. Demikian juga akan ada peninggian ruas jalan di Kasongan, Kabupaten Katingan.
Di sisi lain, Salahudin mengatakan, menindaklanjuti instruksi gubernur, pihaknya telah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Barito Timur dan Barito Utara.
Di wilayah timur Kalteng ini, sejak Februari 2019 telah dibangun ruas Jalan Simpang Patas - Tabak Kanilan, pembangunan jembatan penyeberangan Muara Teweh - Jingah, pembangunan jalan simpang Km 34 - simpang Benangin (MYC), dan proyek multiyears ruas Jalan Patung - Hayaping – Bentot.
Sedangkan di wilayah barat Kalteng, gubernur pun turut memperhatikannya. Tidak terkecuali wilayah tengah, seperti di Kota Palangka Raya dan sekitarnya.
Salahuddin juga menyampaikan soal rencana pembangunan di 2020. Untuk wilayah Daerah Aliran Sungai (Das) Barito adalah ruas jalan nasional dan provinsi di Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara dan Murung Raya.
--page
Selain memperbaiki jalan dan jembatan, gubernur turut memperbaiki paving, taman, air mancur, lighting (pencahayaan) dan lain-lain. Salah satunya adalah di Bundaran Besar Kota Palangka Raya.
Berikutnya, berkaitan dengan pembenahan Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya. Setidaknya, menelan anggaran Rp 12,5 miliar untuk mengganti rumput, lampu penerangan, ruang ganti pemain dan lainnya hingga stadion tersebut layak digunakan untuk kandang tim Kalteng Putra di kasta tertinggi sepakbola Indonesia, Liga 1.
Salahuddin menyebut, tahap penyempurnaan akan disiapkan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk lintasan lari, videotron dua, papan skor digital dan running text yang akan diambil dari dana tahun anggaran 2020.
Rencana untuk merenovasi juga dilakukan ke Stadion Sanaman Mantikai agar dapat dipakai sebagaimana mestinya. (BUDI YULIANTO/B-2)








