ANTARA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Tenaga Kerja dan Trasmingrasi Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan angka pengangguran turun menjadi 2,9 persen. Hal tersebut disampaikan Kepala Disnakertrans Kalteng Rivianus Syahril Tarigan dalam acara ekspose draft Rencana Tenaga Kerja Provinsi atau RTKP Kalteng tahun 2019-2024.

Ekspose draft yang menghadirkan banyak pihak itu sekaligus untuk penyempurnaan kedepannya. “Sesuai rencana kita di draft ini sampai dengan 2024, tingkat pengangguran terbuka kita targetkan turun jadi 2,9 persen atau yang pasti dibawah 3 persen,” ucapnya, Rabu, 27 November 2019.

Ia menuturkan, jumlah pengangguran saat ini berada di angka 56.000 atau setara 4,1. Namun sempat menyentuh angka 3,33 persen. Syahril menyebut itu terjadi karena fenomena tamatan sekolah yang mencari lapangan pekerjaan.

Menurutnya, untuk mewujudkan target itu, dibutuhkan keterpaduan semua sektor supaya apa yang direncanakan tenaga kerja berjalan dengan baik. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan angkatan kerja ke depan harus dibarengi dengan kualitas Sumber Daya Manusia atau SDM. Tidak hanya itu, kompetensi juga menjadi perhatiannya.

“Kedepan, kompetensi sudah menjadi tuntutan pekerjaan. Oleh sebab itu, kita harus sudah mulai melirik sertifikat kompetensi. Jadi kalau nanti mau bekerja, mungkin tidak cukup hanya ijazah,” katanya.

“Di perguruan tinggi juga ada pendamping ijazah, namanya sertifikat kompetensi tertentu. Nah mahasiswa harus dibekali keterampilan tertentu sebelum tamat,” tuturnya. (BUDI YULIANTO/m)