BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebagai upaya Kalteng menjadi daerah penyokong Ibu Kota baru di Kalimantan Timur, Kalimtan Tengah harus tingkatkan infrastruktur.
"Upaya-upaya Kalteng untuk menjadi penyuplai pangan, pemproduksi minyak sawit, wajib disertai dengan perbaikan infrastruktur," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah Rihando kepada Borneonews pada Sabtu, 21 Desember 2019.
Terutama, lanjutnya, terkait konektivitas, baik antar provinsi maupun intra provinsi.
"Untuk memastikan perdagangan barang menuju Ibu Kota Negara baru dapat dilakukan dengan lancar dan efisien, infrastruktur jalan penghubung antar provinsi menuju Kalimantan Timur harus dikembangkan," tegasnya.
Sementara itu, tuturnya lagi, infrastruktur jalan intra provinsi Kalimantan Tengah juga harus dikembangkan agar manfaat ekonomi dari meningkatnya perdagangan dengan Ibu Kota Negara baru tidak hanya dapat dirasakan oleh daerah yang berbatasan dengan Kalimantan Timur, tetapi juga oleh daerah barat Kalimantan Tengah, yang merupakan sentra produksi dan pengolahan produk kelapa sawit.
--page
"Perdagangan merupakan sektor yang tidak dapat berdiri dengan sendirinya. Kinerja sektor perdagangan dapat meningkat tergantung dengan kinerja sektor lainnya yang lebih fundamental, seperti pertanian, maupun industri pengolahan," jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Rihando, meskipun pada akhirnya Ibu Kota Negara bukanlah di Kalimantan Tengah, pemindahan ibu kota negara ini harus dimanfaatkan melalui pengembangan sektor pertanian pangan, hilirisasi industri kelapa sawit, dan pengembangan infrastruktur konektivitas, agar manfaat perdagangan antar daerah dengan Ibu Kota Negara yang baru dapat dimaksimalkan sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahtaraan masyarakat Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/B-5)








