BORNEONEWS, Palangka Raya - Musyawarah Olahraga Provinsi KONI Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Sabtu, 21 Desember 2019 menemui jalan buntu yakni deadlock.
Terkait itu, Wakil Ketua II Bidang Organisasi KONI Pusat, Mayjen TNI (purn) Nanang Djuana Priadi mengingatkan agar jangan sekali-sekali persoalan itu mengorbankan atlet.
"Musorprov ini untuk pergantian kepemimpinan KONI Kalteng yang baru. Ada perbedaan pendapat dan lain sebagainya, tetapi jangan mengorbankan atlet,"ujar Nanang usai kegiatan yang berlangsung hingga tengah malam itu.
Nanang mengatakan, proses yang berjalan selama kurang lebih seharian ini harus dimaknai sebagai bagian dari demokrasi di KONI dan sangat dihargai.
"Tujuan utama kita adalah untuk memajukan olahraga di Kalteng. Itu jelas. Jangan mengorbankan nama daerah kita dan juga atlet hanya karena ego pribadi," jelasnya.
--page
Ia menambahkan, beberapa momentum olahraga di tingkat nasional akan segera dihadapi. Untuk itu KONI Kalteng harus proaktif dan menyiapkan para atletnya dengan baik.
"PON 2020 di Papua sudah dekat, mari kita buktikan Kalteng unggul menghadirkan putra/putrinya yang bermental juara di moment akbar ini," tutupnya. (ARNOL/B-11)








