SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Tumbangnya pohon di Jalan Pelita, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diduga karena hujan lebat yang melanda Sampit hingga saat ini. 

"Tumbangnya pohong sepertinya diakibatkan hujan lebat, karena kalau akibat hujan disertai angin kencang, maka spanduk di sampingnya juga ikut roboh, namun saat itu tidak roboh," ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatonogi dan Geofisika (BMKG) Kotim, Nur Setiawan, Jumat, 10 Januari 2020. 

Dia memperkirakan tumbangnya pohon ini karena sangat rimbun, sedangkan batangnya tidak begitu besar. Sehingga tidak mampu menahan air hujan yang sangat lebat tertahan di daun-daunya. 

"Kemungkinan besar hal itulah yang menjadikan pohon tumbang," katanya. Sementara itu dalam beberapa pekan kedepan, cuaca di Kotim masih musim penghujan.

Bahkan potensi hujan lebat masih akan terjadi, sehingga masyarakat diharapkan berhati-hati. Saat hujan jangan sampai berteduh di bawah pohon, karena sangat membahayakan bagi diri sendiri. 

--page

"Kalau hujan cari tempat berteduh lebih awan. Jangan malah berteduh di bawah pohon, karena membahayakan," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)