BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Dinas Kesehatan Seruyan mewaspadai penyebaran virus corona meskipun pertama kali di temukan di Wuhan, Hibei, China. Hal itu karena sampai saat ini virus tersebut belum ada vaksinnya.
Virus mematikan ini, sebagian besar menular melalui sistem pernapasan, serta menimbulkan gejala demam, batuk dan sesak nafas,
“Meskipun Seruyan bukan sebagai daerah yang berisiko terhadap penyebaran virus corona ini, namun kita juga perlu melakukan langkah guna mewaspadainya,“ kata Mahdiniansyah, Sabtu, 25 Januari 2020.
Apalagi tambah Mahdini, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, berdasarkan informasi Kementrian Kesehatan, masuk sebagai salah satu dari 19 daerah di Indonesia yang berisiko.
Menurutnya, seluruh masyarakat harus dapat mengetahui apa saja gejala klinis dari virus ini. Dengan mengetahui gejala, tentu dapat melakukan langkah antisipasi untuk pencegahannya.
--page
“Kami telah menyampaikan kepada setiap Puskesmas, untuk dapat, memberikan informasi melalui spanduk maupun selebaran terkait gejala dan cara pencegahan virus ini, hingga dapat di ketahui masyarakat secara luas ,” tandasnya. (FAHRUL HAIDI/B-7)








