BORNEONEWS, Sampit - Tingginya angka kelahiran pada usia remaja menjadi tantangan utama pemerinta provinsi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Tengah (Kalteng).
"Tingginya angka kelahiran pada usia remaja, menjadi tantangan kami untuk meningkatkan kualitas SDM," ujar Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Said Ismail saat membuka rapat kerja daerah program banggakencana tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Sampit, Rabu, 26 Februari 2020.
Usia remaja yang dimaksud yakni 15 tahun hingga 19 tahun. Hal itu tentunya menunjukkan terjadinya perkawinan pada usia anak dan seharunya pada usia ini mereka mengenyam pendidikan, sehingga hal itupun berdampak pada tingginya lama sekolah di Kalteng ini.
Wakil Gubernur Kalteng menerangkan, lama sekolah di Kalteng yakni 8,03 tahun. Untuk kabupaten tertinggi di Kota Palangka Raya 10,74 tahun. Sedangkan terendah yaitu di Kabupaten Kapuas 6,94 tahun.
"Itulah yang menjadi tantangan kami saat ini, dan tentunya kami akan berupaya meningkatkan SDM melalui pendidikan," katanya.
--page
Pendidikan adalah kunci utama dalam meningkatkan SDM di Kalteng. Karena jika hal itu berhasil dilakukan. Maka secara tidak langsung akan berdampak pada program kependudukan. Yakni penundaan usia kawin, tingkat kelahiran, dan laju pertumbuhan penduduk. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








