BORNEONEWS, Palangka Raya – Provinsi Kalimantan Tengah sudah memiliki 9 desa mandiri. Ini disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kalteng, Hamka pada Rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa atau P3MD Kalteng di Palangka Raya, Kamis, 27 Februari 2020.
Rapat koordisi yang diikuti ratusan peserta itu berakhir pada Jumat, 28 Februari 2020 malam. Menurut Hamka, dana desa dari pemerintah memiliki manfaat yang sangat besar dalam mewujudkan pembangunan.
“Contoh, sebelum ada dana desa masuk, belum ada desa mandiri. Tahun ini meningkat menjadi 9 desa mandiri. Artinya, perekonomian mereka sudah bisa mandiri,” katanya.
Dia menuturkan, adanya desa mandiri di Kalteng tercatat sejak 2017. Secara perlahan, jumlahnya meningkat. “Sembilan desa mandiri itu tersebar di daerah. Ada dari Kobar, Sampit (Kotim), Seruyan,” ungkapnya.
Hamka menambahkan, salah satu indikator sebagai desa mandiri yakni pendapatan asli daerah (PAD) mampu dihasilan sendiri membantu pembangunan desa. Ia mengharapkan, setiap tahun desa mandiri di Kalteng terus bertambah dari jumlah saat ini 1.432 desa.
--page
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau DPMDes Kalteng, Rojikinnor mengatakan setiap tahun pihaknya menargetkan desa mandiri bertambah.
“Kita berharap tahun ini bisa bertambah menjadi 20 sampai dengan 30 desa mandiri. Tentu ini harapan bersama. Insya Allah bisa tercapai,” ucapnya. (BUDI TULIANTO/B-5)








