PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aksi pencurian 5 ponsel di sebuah toko Jalan Malijo, Kelurahan Madurejo pada Rabu, 26 Februari 2020 lalu sempat viral di media sosial. IR, sang pelakunya ternyata juga mengetahui hal itu. 

IR kemudian mengurungkan niat menjual ponsel curian meskipun sudah berlari sampai wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. IR bahkan mengembalikan ponsel tersebut lewat layanan paket yang ada di Sampit.

Menurut IR, itu dilakukan sebagai upaya untuk menghilangkan jejak. "Setelah melakukan pencurian, saya kemudian berangkat ke Sampit. Sesampainya di sana, saya mengetahui aksi pencurian yang saya lakukan viral di facebook warga Pangkalan Bun," aku IR saat berada di Mapolsek Arut Selatan (Arsel), Senin, 2 Maret 2020. 

"Saya meminta tolong pada rekan yang ada di Sampit untuk mengirimkannya kepada pemilik toko ponsel tersebut,"

"Keesokan harinya saya kembali ke Pangkalan Bun dan bersembunyi di kontrakan pacar saya yang berada di Jalan Malijo. Namun tengah malam beberapa polisi kemudian menangkap saya," jelas IR.

Sementara itu, Kapolsek Arsel AKP Rendra Aditia Dhani menjelaskan, berdasarkan pengakuan tersangka IR, beberapa hari sebelum mencuri 5 unit ponsel, ia juga sempat mencuri korek api model pistol di konter aksesoris di pertokoan Ciptaland.

--page

"Aksinya tersebut juga sempat terekam CCTV yang terpasang dipertokoan tersebut. Walau demikian, atas aksi tersebut tidak ada laporan masuk pada kami. Tersangka mengaku barbuk korek api berbentuk pistol sudah dibuangnya lantaran rusak," kata kapolsek. (WAHYU KRIDA/B-7)