BORNEONEWS, Pulang Pisau - Korban banjir di wilayah Desa Gandang Barat, Kecamatan Maliku dan wilayah Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau mulai terserang penyakit diare dan gatal-gatal.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau, dr Muliyanto Budihardjo mengakui hal tersebut. Ia membeberkan, menurut informasi sudah ada sekitar 11 orang yang terserang diare.
"Tetapi aman saja. Semua sudah ditangani oleh petugas kesehatan kami. Mereka yang sakit sudah mendapatkan perawatan," kata Muliyanto, Kamis, 5 Maret 2020.
Ia menambahkan, umumnya saat banjir penyakit yang memang rawan menyerang masyarakat adalah diare dan gatal-gatal. Namun, dirinya memastikan petugas kesehatan selalu siaga untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terserang penyakit.
"Kami juga sudah membentuk tim. Yakin saja petugas kami akan selalu siaga. Jadi untuk kesehatan kami pastikan hadir untuk membantu masyarakat yang menjadi korban banjir," beber dia.
--page
Muliyanto mengungkapkan, untuk stok obat juga tak perlu dikhawatirkan. Puskesmas setempat untuk ketersediaan obat dipastikan aman.
"Kami juga dari kabupaten akan dukung. Intinya semaksimal mungkin kami dari pelayanan kesehatan akan membantu masyarakat," tutup Muliyanto. (M.BADARUDIN/B-7)








