PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima resmi batal melakukan kunjungan ke Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Padahal menurut rencana Raja dan Ratu Belanda ini akan berkunjung ke Palangka Raya pada Kamis 12 Maret 2020.

Pembatalan kunjungan Kerajaan Belanda ke Palangka Raya ini karena Kalteng sedang berduka dengan meninggalnya sejumlah abdi negara dalam kecelakaan tabrakan speedboat dan longboad di Sungai Sebangau, Senin 9 Maret 2020.

Kabar batalnya kunjungan Raja dan Ratu Belanda ini disampaikan Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran seusai memberikan hadiah kepada warga di Pelabuhan Kereng Bangkirai, Selasa 10 Maret 2020.

Sebelumnya seluruh unsur pimpinan baik provinsi, kota, TNI maupun Polri tetap melakukan persiapan rapat terkait kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Kalteng.

--page

Kendati demikian lanjut gubernur keputusan ada ditangan pimpinan. Kalteng rencananya tetap menerima walau masih dalam keadaan berkabung.

"Sebelum ada informasi, kami tadi pagi tetap melakukan persiapan dengan melakukan rapat dengan unsur pimpinan. Namun keputusannya yang didapat dari sana bahwa Raja dan Ratu Belanda batal melakukan kunjungan ke Palangka Raya karena sedang berduka cita," tegasnya.

Gubernur juga sudah menyampaikan kepada Kedutaan Belanda agar kiranya bisa menjadwalkan kembali kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Bumi Tambun Bungai ini. (PARLIN TAMBUNAN/B-6)