PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Tim Gugus Percepataan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S Ampung mengatakan bahwa saat ini Kalteng masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat perihal pembatasan aktivitas bandara, kalaupun tidak disetujui, pihaknya telah memiliki opsi lainnya.

"Kita punya beberapa opsi, jadi kalau pembatasan seluruh bandara di Kalteng itu tidak dikabulkan maka kita akan tetap membuka bandara-bandara di Kalteng, termasuk seperti di Sampit tetap terbuka, kemudian juga yang ada di Iskandar di Pangkalan Bun," kata Leonard S Ampung dalam press rilis di Kantor Gubernur Kalteng pada Senin, 30 Maret 2020.

Meskipun dibuka, lanjutnya, pihaknya memastikan bahwa pengawasan di bandara akan betul-betul diperketat, terutama akses keluar masuk orang.

"Opsinya adalah tetap kita buka tetapi kita menggunakan pengawasan yang ketat sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Bagiamana kita lakukan screening dan pertanyaan dari mana mereka bepergian. Lalu untuk masyarakat Kalteng yang ingin keluar juga kita tanyai, kalau tidak ada kepentingan yang urgent untuk keluar daerah akan kita larang keluar dari Kalteng," tegas Leonard.

Hal ini juga menututnya sesuai arahan dari Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran sehingga Tim Gugus melakukan imbauan untuk tetap berada di Kalimantan Tengah.

--page

"Jangan lakukan perjalanan keluar daerah dalam situasi seperti ini," tambahnya.

Total kasus pasien positif Covid-19 sampai pada Senin, 30 Maret 2020 berjumlah 7 orang dan total Pasien Dengan Pengawasan atau PDP sebanyak 39 orang dengan progres, di Palangka Raya pada RSUD Doris Sylvanus ada sebanyak 34 orang atau berkurang 1 orang dari hari sebelumnya, di Kotawaringin Barat tetap 4 orang sama dengan hari sebelumnya, di RSUD Jaraga Sasameh menjadi 1 orang atau bertambah 1 orang dari hari sebelumnya.

Distribusi PDP berdasarkan asal Kabupaten dan Kota, yakni dari Palangka Raya pada 30 Maret 2020 berjumlah 25 orang atau berkurang 3 orang dari hari sebelumnya, dari Kobar tetap 3 orang, serta dari Barsel bertambah 1 orang menjadi 3 orang dengan keterangan salah satu dari 2 orang yang dirawat di RSDS kemudian diisolasi di RSUD Jaraga Sasameh.

Selanjutnya, dari Barito Utara tetap berjumlah 1 orang, dari Murung Raya tetap berjumlah 2 orang, dari Katingan tetap berjumlah 1 orang, dari Barito Timur bertambah 1 orang menjadi menjadi 2 orang, serta dari Sukamara tetap berjumlah 1 orang. Total PDP pada 30 Maret 2020 berjumlah 39 orang atau sama dengan hari sebelumnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)