BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Total 450 ton beras dan 45 ribu liter minyak goreng zakat dari keluarga besar pengusaha H Abdul Rasyid AS dan Hj. Nuriyah, Rabu, 6 Mei 2020 mulai didistribusikan untuk 45 ribu keluarga yang di lima kabupaten. Kelima kabupaten itu adalah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau, Sukamara, Seruyan dan Pulang Pisau.
Pelepasan puluhan truk pengangkut zakat tersebut dilakukan oleh Bupati Kobar Nurhidayah di Gudang Pasir Panjang milik PT Sawit Sumbermas Sarana, Tbk, Jalan Pasir Panjang, Pangkalan Bun.
Bupati mengatakan, zakat untuk masyarakat di lima kabupaten ini merupakan bentuk kepedulian pengusaha pada masyarakat yang saat ini sedang dalam kondisi prihatin akibat wabah Covid-19.
"Saya berharap agar bantuan yang disalurkan melalui kelurahan dan desa ini bisa dikontrol dengan baik oleh kepala desa dan lurah dan organisasi kemasyarakatan seperti Baznas. Sehingga zakat tersebut bisa doterima oleh keluarga yang berhak menerimanya. Kita doakan bersama agar H. Abdul Rasyid AS dan Hj Nuriyah sekeluarga selalu dilinpahi kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT," jelas Bupati.
Sebelumnya CEO Citra Borneo Indah (CBI) Group Rimbun Situmorang mengatakan suasana dan cara pembagian zakat H. Abdul Rasyid AS pada masyarakat memang sangat berbeda dari tahun sebelumnya.
--page
"Karena saat ini situasi dan pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan membawa dampak lain yaitu masalah ekonomi bagi masyarakat. Walau dunia usaha juga turut terdampak akibat wabah ini, tetap tidak mengurangi rasa empati H Abdul Rasyid AS dan keluarga untuk membantu meringankan beban masyarakat," jelas Rimbun Situmorang.
Ia berharap agar bantuan ini bisa diterima masyarakat tepat sasaran pada 45 ribu keluarga di lima Kabupaten dengan sebaran 100 titik distribusi.
"Kami atas nama Keluarga Besar Bapak H. Abdul Rasyid AS dan Ibu Hj. Nuriyah mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada semua pihak yang membantu penyaluran zakat bagi 45 ribu keluarga yang berhak menerima pada lima kabupaten yaitu Kobar, Lamandau, Sukamara, Seruyan dan Pulang Pisau," jelas Rimbun Situmorang. (WAHYU KRIDA/m)








