PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando menyampaikan dari sisi pengeluaran kinerja sektor eksternal yang menurun menjadi penyebab utama melambatnya perekonomian di Bumi Tambun Bungai.

"Ekspor Kalteng terkontraksi cukup dalam -9,14 persen (yoy) dibanding triwulan IV 2019 yang terkontraksi 6,61 persen (yoy)," kata, Kamis, 14 Mei 2020.

Menurutnya pandemi Covid-19 yang telah menyebar di 13 kabupaten kota di seluruh Kalteng ini menghambat pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalteng dan menghambat akselerasi perekonomian pada triwulan I tahun 2020.

"Pertumbuhan ekonomi Kalteng juga lebih rendah jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional," tuturnya.

Badan Pusat Stastik atau BPS Kalteng menurut Rihando mencatat pertumbuhan ekonomi Kalteng pada triwulan I 2020 sebesar 2,95 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan capaian triwulan IV tahun 2029 yang tumbuh 6,02 persen (yoy).

--page

"Kalteng juga lebih rendah dibandingkan kinerja pertumbuhan nasional pada triwulan I 2020 yang tumbuh 2,97 persen (yoy)," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)