BORNEONEWS, Palangka Raya - Komandan Korem 102 Panjung Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto menginformasikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan segera akan datang ke Kalteng dalam rangka meninjau lokasi food estate di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau. Namun soal hari dan tanggalnya, Danrem belum bisa memastikan kapan Jokowi akan ke Kalteng.
"Informasinya Minggu depan beliau ke sini," kata Danrem saat memberikan sambutan diacara temu akrab bersama insan pers di rumah jabatan, Jumat 3 Juli 2020 pukul 20.00 WIB.
Danrem mengatakan rencana kunjungan Jokowi ke Kalteng sudah 2 kali diagendakan, namun batal dan rencana kunjungan ini merupakan yang ketiga kalinya. Pihaknya menjelaskan kunjungan presiden ke Kalteng untuk kepentingan bangsa dan negara.
Oleh karena itu Danrem berharap semua elemen mendukung program food estate. "Jika program ini sukses, maka kesejahteraan masyarakat Kalteng juga akan meningkat," sebutnya.
Danrem menambahkan selain Kalteng, banyak daerah yang juga mengusulkan sebagai kawasan food estate.
--page
"Misalnya Sumatera Utara menyediakan 400 ribu Ha, Kalsel, Kaltim, dan Kalbar juga mengajukan, tapi presiden tetap kekeh memilih Kalteng sebagai daerah food estate dan ini berkah bagi Kalteng," sebutnya.
Danrem mengatakan hadirnya food estate ini sangat baik bagi Kalteng, karena pemerintah akan mengucurkan dana triliunan rupiah.
Dia menyebut khusus dari Kementerian Pertanian saja akan mengucurkan dana Rp 2,5 triliun dan Kementerian PUPR Rp2,8 triliun.
"Ini masih dari 2 kementerian saja, belum dari kementerian lainnya, makanya provinsi lain saling berebut untuk food estate, namun isu yang berkembang saat ini Kalteng tidak siap, tapi saya dipastikan Kalteng siap untuk food estate," tegasnya.
Danrem memaparkan selain pertanian, nantinya di kawasan food estate juga akan dikembangkan budidaya holtikultura, peternakan, perikanan, dan produksi.
--page
"Jadi nanti padi yang keluar langsung menjadi beras. Jadi beras yang siap edar sudah punya merek dan siap edar di pasaran," tuturnya.
Disebutkan dalam rangka mendukung food estate ini Kalteng masih kekurangan tenaga kerja, sehingga salah satu solusinya memanfaatkan teknologi, sehingga masyarakat lokal harus disiapkan atau dilatih agar bisa memanfaatkan teknologi yang sudah disiapkan pemerintah.
Dalam kesempatan ini Danrem juga minta dukungan pers untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, karena isu yang berkembang saat ini program food estate akan membuka lahan baru dan program transmigrasi, namun isu ini dipastikan tidak benar. (ROKIM/B-6)








