PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo mengikuti kegiatan virtual melalui konferensi video terkait pengembangan usaha perhutanan sosial kemasyarakatan atau hutan tanaman rakyat (HTR) di ruang siaran penanganan Covid-19, Aula Mess Pemkab Pulang Pisau, Senin, 13 Juli 2020.

Dalam kegiatan itu, Bupati didampingi Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Pulang Pisau Hanafi, Kepala Dinas Kominfo Moh Insyafi dan Kepala Dinas PMPTSP Pulang Pisau Leting.

Bupati melakukan dialog dengan pihak PT Naga Buana Aneka Piranti dan Bank BNI. Edy mengatakan, kegiatan video conference yang dilaksanakan tersebut sebagai tindak lanjut dari harapan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk kelompok usaha perhutanan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Pulang Pisau.

"Dalam hal ini PT Naga Buana sebagai avalist dan kepada kelompok masyarakat yang memiliki pengelolaan atas usaha perkebunan sengon yang pernah diserahterimakan dari Kementerian LHK kepada kelompok-kelompok usaha koperasi yang berjumlah sekitar 5.000 hektar," ujar Edy.

Bupati mengatakan pada tahap pertama pengembangan usaha HTR tersebut, akan dilaksanakan pada 1.270 hektar yang siap untuk wilayah Desa Dandang dan Talio.

--page

Dalam kegiatan virtual yang diikutinya itu, Edy menerangkan bahwa upaya-upaya yang dilaksanakan PT Naga Buana dengan masyarakat pengelola sengon ini sebagai keinginan bersama yang diharapkan saling bersinergi.

"Jadi ada kebun sengon yang dikelola kelompok tani koperasi bisa bersinergi dengan adanya kehadiran perusahan dalam hal ini Naga Buana, sehingga nantinya baru bisa dilakukan pemberian KUR sebagai penjamin, dan ini juga yang ditunggu-tunggu dalam pengembangan perhutanan sosial di Kabupaten Pulang Pisau," kata Edy. (JAMES DONNY/B-7)