BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai antisipasi sebelum terjadinya banjir dibeberapa tempat di kota Pangkalan Bun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat (Kobar) secara intensif terus melakukan pemantauan terhadap tinggi muka air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berhubungan dengan Sungai Arut.
Plt Kepala BPBD Kobar, Tengku Alisjahbana, Minggu, 13 September 2020 menjelaskan kegiatan ini dilakukak sebagai bentuk deteksi dini agar pihaknya cepat mengambil langkah darurat bila kondisi banjir terjadi.
"Ada dua wilayah yang menjadi pantauan kita yaitu hulu Sungai Arut di Kecamatan Arut Utara (Aruta) dan Kabupaten Lamandau," jelasnya.
Dia menjelaskan berdasarkan kondisi alam dan melihat dari topografinya, bila wilayah Kelurahan Pangkut Kecamatan Aruta banjir lantaran muka air meninggi, maka diprediksi wilayah dalam kota Pangkalan Bun akan mengalami banjir. Karena air takan mengalir ke daerah hili.
Kemudian bila Kabupaten Lamandau terjadi banjir, maka akan berdampak pada ketinggian air Sungai Lamandau.
--page
"Bila hal itu terjadi maka berdampak pada tingginya muka air di Sungai Arut. Daerah di Pangkalan Bun yang diprediksi bakal mengalami kebanjiran di sekitar hilir Kelurahan Mendawai yaitu Tanjung Terantang, Desa Kimpai Batu Bawah dan Dusun Karang Anyar," jelasnya.
Terlebih bila terjadi bila pasang laut terjadi di muara Sungai Arut. "Sehingga air yang mengalir dari Sungai Lamandau tertahan oleh tinggi muka air laut. Akibatnya aliran air yang masuk dari hulu Sungai Lamandau akan tertahan pasang laut dan kembali lagi kebagian dalam," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)








