BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, pada perencanaan pembangunan 2021 program Smart Economy atau ekonomi cerdas akan menjadi skala prioritas.
Program itu didasari musibah pandemi covid-19 yang melanda pada tahun 2020 ini. Bahkan bencana itu telah mengakibatkan 1.800 karyawan dari berbagai tempat kerja dirumahkan.
Hal itu juga sejalan dengan kebijkan pemerintah pusat melalui pemerintah daerah dalam program pemulihan ekonomy atau Recovery Economy terdampak pandemi Covid-19.
“Sekarang ini kami terus menjalankan program pemulihan ekonomi, yang pada saatnya di tahun mendatang akan sejalan dengan program pemerintah kota yakni smart economy,” kata Fairid, Kamis 1 Oktober 2020.
--page
Smart Economy merupakan bagian penting dari visi terwujudnya Kota Palangka Raya sebagaimana kota yang maju rukun dan sejahtera untuk semua.
Selain itu, pihaknya juga punya skala prioritas untuk menuntaskan smart environment atau lingkungan cerdas dan smart society atau masyarakat cerdas. (HENDRI/B-7)








