PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Meski diguyur hujnamun an lebat, sejumlah massa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa tetap menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kalteng.

Begitu juga petugas keamanan terus tetap siapsiaga melakukan penjagaan untuk mengamankan jalannya aksi tersebut.

Para mahasiswa duduk di jalan walau diguyur hujan lebat, namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyuarakan aspirasi.

Para pengunjuk rasa terus menyampaikan orasi seraya menunggu hasil puluhan perwakilan mahasiswa yang diizinkan masuk menemui Ketua DPRD Kalteng.

Seusai bertemu dengan para anggota dewan terhormat, Ketua DPRD Kalteng Wiyatmo langsung menghampiri para pendemo.

--page

Wiyatmo mengatakan jika aspirasi para mahasiswa yang menolak Omnibus Law akan disampaikan ke pusat.

"Kami menerima dan menampung aspirasi para mahasiswa untuk kita lanjutkan ke pusat dan saya minta beberapa orang untuk mendampingi menyerahkan surat penolakan Omnibus Law langsung ke DPR RI," tuturnya.

Namun niat baik yang ditawarkan oleh Ketua DPRD Kalteng itu ditolak mentah-mentah." Kami tidak mau ikut ke pusat, yang kami mau adalah Ketua Dewan berani menyatakan sikap bahwa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja, itu saja," kata mahasiswa saat menyuarakan tanggapannya.

Setelah pukul 14.00 WIB, ratusan aliansi mahasiswa membubarkan diri dengan aman dan damai, dengan pengawalan dari petugas keamanan. (PARLIN TAMBUNAN/B-6)