BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah mengajak masyarakat melalukan aksi "bela" dan "beli" produk yang dihasilkan oleh UMKM.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat membuka Seminar Bootcamp Assessment dalam rangka Pemberdayaan dan Penguatan Kelembagaan UMK Kelapa Sawit di Aula Hotel Grand Kecubung, Senin, 2 November 2020.
Bupati mengharapkan, dengan adanya seminar ini, bisa menumbuhkembangkan UMKM dan ekonomi kreatif dalam meningkatkan pemasaran produk yang dihasilkan melalui teknologi informasi atau media online.
"Karena, saat ini dunia telah memasuki era industri ekonomi kreatif yang nantinya industri ekonomi kreatif tersebut, diprediksi akan menjadi industri masa depan yang menekankan pada gagasan dan ide kreatif," jelas Bupati.
Karena itulah, Bupati mengajak masyarakat bisa melakukan langkah “bela” dan “beli” produk UMKM.
--page
"Maksud dari gerakan tersebut yaitu aksi konkrit di lapangan yang hasilnya dapat langsung dirasakan oleh UMKM. Dengan 'bela' produk UMKM dapat diperkuat ke akses yang lebih produktif serta efektif. Kemudian dengan 'beli', masyarakat dapat menunjukkan aksi keberpihakan terhadap produk negara sendiri," jelas Bupati.
Bupati berharap, dalam membeli sebuah produk, bukan hanya karena murah, tapi memang cinta produk bangsa sendiri.
"Selain itu UMKM sebagai pelaku usaha juga harus memilki komitmen untuk terus berinovasi dalam menjalankan usahanya,” jelas Bupati.
Kegiatan bootcamp yang digelar selama 5 hari ini digelar atas kerja sama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (Bpdpks) dengan UKM Center Fakultas Ekonomi & Bisnis (Feb) Universitas Indonesia (UI).
Sedangkan tujuan dari kegiatan ini agar pembangunan sektor perekonomian di Kabupaten Kobar terus mengalami peningkatan, terutama dalam pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif. (WAHYU KRIDA/B-7)








