BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lomba balap perahu ketinting dinilai menarik dan merupakan budaya asli masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar). Untuk itu, guna melestarikannya, Bupati Kobar Hj Nurhidayah berharap Perahu Ketinting masuk ke dalam agenda pariwisata Kobar.
"Ibu menginginkan kedepan lomba perahu ketinting, dapat masuk kedalam agenda pariwisata Kobar. Karena ini merupakan tradisi dan budaya asli, khususnya bagi masyarakat Kobar yang tinggal di sekitar aliran sungai," kata Hj Nurhidayah.
Lanjutnya, Hj Nurhidayah mengapresiasi kepada para pemuda - pemudi Kecamatan Arut Utara (Aruta) atas terselenggaranya lomba perahu ketinting.
"Lomba ini mampu berperan sebagai wadah memperkenalkan potensi wisata yang ada di kecamatan Arut Utara,” tambahnya.
Dilaksanakannya lomba perahu ketinting ini sejalan dengan visi misi dalam pemerintahan pasangan Nurani. Sehingga di Kobar banyak destinasi wisata penyangga, selain Taman Nasional Tanjung Puting.
--page
Seperti diberitakan sebelumnya, perlombaan perahu ketinting baru pertama kali digelar oleh Karang Taruna Desa Penyombaan, Kecamatan Arut Utara, dalam rangka peringatan hari sumpah pemuda ke-92. Lomba tersebut digelar sejak tanggal 3 - 8 November 2020. Ada dua kelas yang dilombakan yaitu kelas I antara 6-9 horse power (Hp) dan kelas II 10-25 Hp. (DANANG/B-5)








