BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di tengah masa pandemi Covid-19 masyarakat diharapkan harus tetap semangat dan tetap produktif berkarya. Kita harus mampu mewujudkan kesehatan pulih dan ekonomi bangkit. Menyadari semangat ini Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ini bisa diwujudkan dengan mengajak masyarakat membeli produk lokal pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Masyarakat harus melakukan langkah 'Bela' dan 'Beli' produk UMKM. Baik produk lokal masyarakat Kobar maupun Kalteng dan Indonesia pada umumnya.
"Gerakan ini merupakan sebuah aksi konkrit di lapangan yang hasilnya dapat langsung dirasakan oleh UMKM dengan Bela produk UMKM dapat diperkuat dengan akses yang lebih produktif serta efektif. Sedangkan dengan beli produk UMKM, masyarakat dapat menunjukkan aksi keberpihakan terhadap produk negara sendiri," ujar Nurhidayah, Minggu, 8 November 2020.
Nurhidayah menekankan, jika membeli produk lokal bukan karena murah. Tapi karena cinta produk bangsa sendiri. Tentunya UMKM sebagai pelaku usaha juga harus memiliki komitmen untuk terus berinovasi dalam menjalankan usahanya. "Semakin meningkatnya masyarakat membeli produk lokal, maka pelaku UMKM juga harus meningkatkan kualitas usahannya," tuturnya.
Nurhidayah berharap pembangunan sektor perekonomian di Kobar harus terus meningkat. Terutama dalam pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, termasuk meningkatkan pemasaran produk yang dihasilkan melalui teknologi informasi atau media online. Kita tidak boleh menyerah walaupun kondisi saat ini masih dalam masa pandemi.
"Saat ini dunia telah memasuki era industri ekonomi kreatif, di mana nantinya industri ekonomi kreatif tersebut diprediksi akan menjadi industri masa depan yang menekankan pada gagasan dan ide kreatif, oleh sebab itu UMKM harus betul - betul diberdayakan dan dikembangkan," tuturnya.
--page
Guna mendorong pelaku UMKM agar terus bangkit di masa pandemi Pemerintah Pusat juga telah membuat program Bantuan Presiden UMKM (Banpres UMKM). Khusus di Kobar data di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DisperindagkopUKM) ada sebanyak 2.651 berkas pendaftar.
"Berkas permohonan yang telah diinput dikirimkan ke BPKP Provinsi Kalimantan Tengah guna diverifikasi data layak dan tidaknya mendapatkan bantuan," kata Kabid Pemberdayaan, Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro DisperindagkopUKM Kobar, Philipus Trinwan, belum lama ini.
Pelaku UMKM di Kobar yang mendaftar didominasi dari kecamatan Arut Selatan, sebanyak 2.019 orang, Kumai 585 orang, Kolam 20 orang, Pangkalan Lada 19 orang, dan Pangkalan Banteng 8 orang. Bagi mereka yang dinyatakan layak nanti akan mendapat bantuan tunai Rp 2,4 juta.
Sementara itu, Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Budi Gunadi Sadikin pada Konferensi Pers yang diselenggarakan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 November 2020 mengatakan, sejauh ini pihaknya juga fokus mengejar penyerapan bantuan untuk UMKM. Alasannya karena lebih dari 90% UMKM menyerap tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 50% PDB Nasional.

“Kita masih ada sisa 2 bulan di Kuartal IV 2020 ini. Sisa anggaran PEN secara keseluruhan Rp170-180 Triliun. Minimal kita mengejar penyerapan Rp100 Triliun sampai Desember, dan jika bisa menyerap semuanya,” tegas Budi Gunadi Sadikin.
Hingga 2 November 2020, proses realisasi program PEN sudah mencapai Rp366,86 Triliun atau 52,8% dari total anggaran yang disiapkan yakni sebesar Rp695,2 Triliun. Satgas PEN berharap dapat memaksimalkan penyaluran Program PEN pada Kuartal IV 2020 untuk mendukung pergerakan ekonomi masyarakat dan sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami berharap bahwa sisa anggaran PEN bisa kita serap semua. Minimal Rp100 Triliun bisa kita salurkan di Kuartal IV 2020,” jelas Budi. (KPCPEN KOMINFO)








