PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Gubernur Kalteng, Habib Ismail Bin Yahya mengakui jika sampai saat ini metode peternakan sapi di Provinsi Kalimantan Tengah masih dilakukan secara tradisional.

Hal ini diungkapkan setelah mendengarkan penjelasan atau paparan dari pihak Loka Penelitian Sapi Potong Grati, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.

"Oleh karena itu kita ingin melakukan kerja sama dengan pihak lolit sapi ini dalam hal penyediaan bibit unggul sapi potong," katanya, Jumat 20 November 2020.

Dia menjelaskan upaya ini harus dilakukan terutama demi mendukung penuh program food estate atau lumbung pangan nasional dari pemerintah pusat.

"Apalagi kita mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat untuk melakukan program food estate. Keberadaan peternakan seperti ini dapat mendukung program pemerintah pusat food estate," tuturnya.

--page

Kemudian tujuan kunjungan kerja di loka penelitian sapi potong grati, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa ini untuk melihat serta menggali informasi, ilmu pengetahuan tentang pengembangan sapi potong. (NOPRI/B-6)