BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Agar pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terdampak pandemi covid-19 bisa kembali berjalan, berbagai program telah dilakukan Pemkab Kobar melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Muhammad Yadi, Rabu, 25 November 2020 menjelaskan apa saja program yang telah dijalankan tersebut.
"Program yang telah dan masih dijalankan yatu pemberian peralatan Industri Kecil Menengah (IKM) yaitu mesin jahit, pengolahan jambu mete, ikan, kopi, roti dan peralatan perbengkelan," jelas Muhamad Yadi.
Kemudian, menurut Muhamad Yadi, Pemkab Kobar juga memberikan bahan baku IKM berupa kacang kedelei, minyak goreng, tepung dan bahan baku sesuai kebutuhan masing-masing.
"Pemberian bantuan usaha kecil menengah (UKM) tahap 1 juga telah diserahkan Bupati Kobar bagi UKM yang biasa beroperasi saat Car Free Day (CFD) yaitu tenda, rombong, gerobak pentol, dan meja etalase Jualan UKM," jelas Muhammad Yadi.
--page
Menurut Muhammad Yadi, bantuan tahap 2 dan 3 yang sedang dalam tahap proses saat ini berupa tenda untuk pedagang yang beroperasi di Lapanga Termili, Lapangan Tugu dan Bundaran Pancasila.
"Selain itu Pemkab Kobar juga melakukan digitalisasi program pembuatan aplikasi database khusus UMKM. Tujuannya untuk memudahkan pihak kecamatan dan dinas dalam nengakses data UMKM se Kabupaten Kobar," jelas Muhammad Yadi.
Muhammad Yadi juga mengatakan untuk meningkatkan skill, Pemkab Kobar juga telah 2 kali menggelar pelatihan managemen UMKM.
"Kemudian untuk membantu masyarakat juga digelar pasar murah di 6 kecamatan debgan total 1200 paket sembako Saat ini kegiatan tersebut sedang berjalan," jelas Muhammad Yadi. (WAHYU KRIDA/B-5)








